Hikmah adalah harta buruan seorang mukmin. Di manapun dia berada hendaklah seorang mukmin mengambilnya, karena di dalamnya terdapat mutiara yang sangat berharga bagi dirinya.
Hikmah bisa berceceran pada sisi lain kehidupan seseorang yang tidak dikenal dalam sejarah.
Maka hendaklah seorang itu berjalan di muka bumi, merenungkan kisah-kisah yang terjadi di atasnya, kejadian-kejadian yang telah lalu, untuk diambil pelajaran, yang baik agar dilakukan dan yang buruk agar ditinggalkan.
Hidayah, sebuah kata yang sangat rumit untuk dijabarkan dalam kenyataan dan perjalanan hidup manusia.Rasulullah -shallallahu 'alaihi wasallam dalam khutbah hajat bersabda, "Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak ada yang menyesatkannya dan barang siapa yang disesatkan oleh Allah maka tidak ada yang bisa memberinya petunjuk".
Hari ini kita coba untuk menyelami sisi lain dari kehidupan seorang anak manusia yang "tak dikenal di panggung sejarah". Akan tetapi, hal itu bukan masalah, karena untuk mendapatkan hikmah tidak harus selalu didapatkan dari orang-orang yang terkenal, bahkan anda bisa mendapatkannya dalam kehidupan seorang tunawisma yang terseok-seok di jalanan, yang anda berpikir dia tidak pernah mengenal agama, tetapi ketika anda ikuti dari belakang, ternyata dia sedang ke masjid, mengganti pakaiannya yang usang dengan pakaian yang "agak" bagus dia sucikan tubuhnya dengan mandi dan wudhu kemudian dia masuk masjid, shalat dengan khusyu'... bahkan dia datang sebelum mu'adzin mengumandangkan adzan...1)

