Tampilkan postingan dengan label hafizhul qur'an. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hafizhul qur'an. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 September 2012

Taman (Cinta) Al-Qur'an


Wahai Pengemban Al Qur’an
Ar Rahman sungguh telah mengkhususkanmu
Dengan keutamaan dan mahkota-mahkota
Ruh serta tumbuh-tumbuhan yang harum semerbak

Wahai Pengemban Al Qur’an
Ar Rahman sungguh telah mengkhususkanmu
Dengan keutamaan dan mahkota-mahkota
Ruh serta tumbuh-tumbuhan yang harum semerbak
Wahai yang selalu menetapi tartil Al Qur’an
Untuk berzikir & merendahkan diri di hadapan Allah
Kegembiraanmu pada hari kematian
Akan mendapatkan kemenangan berupa pengampunan
Wahai pembaca ayat
Dalam keramaian maupun kesendirian
Langit-langit bercahaya karenamu
Dan alam semesta pun berseri

Wahai Pengemban Al Qur’an
Wahai Pengemban Al Qur’an
Wahai Pengemban Al Qur’an

Selasa, 11 September 2012

Bacalah Kisah Ini!

Seorang Syeikh hafizhullah pernah bercerita:

Seseorang memperlihatkan sebuah foto kepadaku. Ketika aku melihat foto itu, ternyata itu adalah foto seorang wanita yang penuh dandanan, putih dan cantik. Berpakaian tapi telanjang. Maka aku menghardik orang itu dan mengatakan: "Takutlah kepada Allah!! Mengapa engkau perlihatkan gambar ini kepadaku?! Apakah engkau tidak takut kepada Allah?!"

Lalu ia berkata: "Bukan demikian. Aku memperlihatkannya kepada Anda untuk memberitahukan kepada Anda, bahwa yang Anda lihat itu adalah wanita yang ada di gambar satu ini!"

Aku memperhatikan foto lain yang diperlihatkannya. Ternyata itu adalah gambar seorang wanita yang wajahnya telah menghitam. Seluruh bagian tubuhnya mulai gelap. Ia tewas terbunuh oleh suaminya sendiri. Dan amal terakhirnya di dunia ini adalah meminum khamr di satu tangan dan merokok di tangan yang lainnya.
Aku akhirnya tahu bahwa ia adalah salah satu penyanyi yang sangat populer semasa hidupnya. Semoga Allah melindungi kita dari yang seperti itu.

Rabu, 29 Agustus 2012

Bersama Penghafal Al-Qur'an

bersama penghafal al-quran

Punggungku baru akan kusandarkan ke dinding masjid tempat aku menginap malam 26 Ramadhan itu, ketika seorang pemuda beringsut duduk mendekatiku. Kuperkenalkan diriku demikian pula dia. Ternyata dia asli Malang dan rumahnya dekat dengan masjid ini, hanya saja sudah beberapa tahun dia bertugas dan tinggal di sebuah kompleks sekolah Islam terpadu di Jawa Barat. Kami berdialog hampir 30 menit.

Di antara yang sangat berkesan bagiku tentang dirinya - dan yang mengetahui keadaan sesungguhnya hanyalah Allah -, adalah :