Senin, 09 Februari 2026

Mencoba Kekuatan Aplikasi di Linux (1) : PDF Arranger

Alhamdulillah. Setelah hampir 5 tahun "mati suri" dan tidak menyapa blog ini, hari ini dengan segenap keberanian dan sisa-sisa semangat menulis, saya mencoba kembali. Rasanya seperti menengok rumah lama yang sudah agak berdebu, namun tetap terasa hangat.

Sebagai pembuka lembaran baru, saya ingin memulai sebuah seri tulisan berjudul "Mencoba Kekuatan Aplikasi di Linux".

Mengapa Tema Ini?

Sederhana saja: saya ingin berbagi pengalaman bahwa OS Linux dengan segala distronya (kebetulan saya sedang nyaman di Linux Lite) sama sekali tidak kalah bersaing dengan OS populer lainnya. Seringkali orang ragu pindah ke Linux karena takut aplikasi yang biasa mereka pakai di Windo*s tidak ada. Padahal, ekosistem Linux sudah sangat kaya, mulai dari urusan perkantoran, multimedia, hingga alat bantu edukasi.

Mungkin di tulisan lain saya akan bercerita lebih dalam mengapa saya memilih Linux. Tapi untuk sekarang, mari kita langsung masuk ke "menu utama".

Bermula dari Kebutuhan Menulis dan "Kenalan" dengan AI

Belakangan ini, kesibukan saya tidak jauh dari mengajar dan menulis buku ajar. Dalam proses ini, saya mulai bersentuhan dengan teknologi AI (Artificial Intelligence). Saya mencari mesin AI yang bisa bekerja secara spesifik berdasarkan sumber (referensi) yang kita berikan saja, tanpa "berhalusinasi" ke mana-mana.

Masalahnya, referensi saya biasanya berupa dokumen PDF yang sangat tebal. Padahal, untuk satu topik bahasan, saya hanya butuh beberapa halaman tertentu saja. Mengunggah file PDF ratusan MB ke mesin AI tentu tidak efisien.

Saya pun bertanya pada "asisten digital" tentang aplikasi di Linux yang ringan untuk memotong dan mengambil beberapa halaman PDF saja. Jawabannya? Ternyata aplikasinya sudah ada (terinstal) di notebook saya!

Berkenalan dengan PDF Arranger

Aplikasi itu bernama PDF Arranger. Sesuai namanya, tugas utamanya adalah "mengatur" file PDF.



Apa saja yang bisa dilakukan aplikasi kecil ini? Meskipun tampilannya sangat sederhana dan clean (sangat cocok untuk pengguna Linux Lite yang mengejar performa), PDF Arranger punya kekuatan yang luar biasa untuk tugas harian:

  1. Memecah PDF (Split): Anda bisa menghapus halaman yang tidak perlu dengan sekali klik Delete. Sangat berguna saat saya hanya ingin mengambil 5 halaman dari buku setebal 300 halaman.

  2. Menggabungkan PDF (Merge): Punya beberapa file PDF terpisah? Tinggal drag and drop ke aplikasi ini, susun urutannya, dan simpan menjadi satu file.

  3. Mengatur Ulang Urutan: Ingin halaman 10 pindah ke posisi pertama? Tinggal geser saja halamannya.

  4. Memutar dan Memotong (Rotate & Crop): Jika ada scan dokumen yang terbalik atau ingin membuang bagian pinggir kertas yang kotor, aplikasi ini bisa melakukannya dengan instan.

Mengapa Saya Menyukainya?

Di Linux Lite, PDF Arranger terasa sangat "enteng". Tidak ada loading yang lama, tidak ada iklan, dan yang paling penting: fungsional. Aplikasi ini tidak berusaha menjadi editor PDF yang rumit seperti Adobe Acrobat, tapi fokus pada satu tugas: memanipulasi susunan halaman PDF dengan cepat.

Bagi saya yang sering bergulat dengan tumpukan referensi digital, PDF Arranger adalah penyelamat waktu. Ia membuktikan bahwa di Linux, kita tidak butuh aplikasi berat untuk menyelesaikan pekerjaan yang spesifik.


Penutup Jika Anda pengguna Linux (atau baru mau mencoba), jangan ragu untuk mengintip menu aplikasi Anda. Kadang, "harta karun" seperti PDF Arranger ini sudah ada di sana, siap membantu pekerjaan kita menjadi lebih mudah.


Ingin Belajar Linux dengan Mudah?

Bagi pembaca yang tertarik untuk beralih ke Linux atau ingin belajar mengoperasikan Linux dengan cara yang sederhana dan menyenangkan, jangan ragu untuk berdiskusi dengan saya.

Anda bisa menghubungi saya melalui:

Sampai jumpa di ulasan aplikasi Linux berikutnya!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar